Kisah Kisagotami
-----------------------------
Dahulu ada seorang wanita bernama Kisagotami, yang putra sulungnya
meninggal. Dia begitu berduka hingga ia berkeliaran di jalanan membawa
mayat anaknya dan meminta bantuan untuk menghidupkan kembali anaknya.
Seorang pria yang baik dan bijaksana membawanya ke Sang Buddha.
Sang Buddha berkata, "Ambilkan segenggam biji sawi dan Aku akan
menghidupkan kembali anakmu" Dengan sukacita Kisagotami memulai untuk
mencari biji sawi tersebut. Kemudian Sang Buddha menambahkan, "Tetapi
benih tersebut harus berasal dari keluarga yang belum mengenal
kematian."
Kisagotami pergi dari pintu ke pintu di seluruh desa untuk meminta
biji sawi, tapi semua orang berkata,
Tampilkan postingan dengan label Artikel Buddhis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Buddhis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 09 Juni 2013
Rabu, 14 November 2012
Kue beracun untuk Kakak
Alkisah di China,
terdapat 2 orang kakak beradik yg berbeda ibu.
Ibu si kakak sudah lama meninggal.
Kini dia tinggal bersama ayah, ibu tiri & adik tirinya.
terdapat 2 orang kakak beradik yg berbeda ibu.
Ibu si kakak sudah lama meninggal.
Kini dia tinggal bersama ayah, ibu tiri & adik tirinya.
Sang kakak menanam pohon labu & dgn rajin memeliharanya hingga tumbuh besar.
Suatu hari mereka mendengar kabar bahwa raja sedang sakit parah,
tabib istana mengatakan bahwa labu kembar dpt menyembuhkan penyakit raja.
Maka di adakan sayembara,
barangsiapa yg memiliki labu kembar akan mendapat satu peti emas.
Sang kakak segera memberitahu pd keluarganya.
Pada hari keberangkatan sang kakak ke ibukota,
ibu memanggil si adik ke dlm dapur,
"Ada 2 ptg kue, yg polos & bergambar bunga.
Berilah kakakmu kue yg
Suatu hari mereka mendengar kabar bahwa raja sedang sakit parah,
tabib istana mengatakan bahwa labu kembar dpt menyembuhkan penyakit raja.
Maka di adakan sayembara,
barangsiapa yg memiliki labu kembar akan mendapat satu peti emas.
Sang kakak segera memberitahu pd keluarganya.
Pada hari keberangkatan sang kakak ke ibukota,
ibu memanggil si adik ke dlm dapur,
"Ada 2 ptg kue, yg polos & bergambar bunga.
Berilah kakakmu kue yg
Selasa, 13 November 2012
Bagaimana Mengajarkan Agama Buddha Kepada Anak
Eko:"Wah,
pusing nih, besok kalau gue meninggal kayaknya kagak
disembahyangi nih, habis pegang hio, pasang foto gue dibilangin
sama anak tidak boleh"
Sue: "Bukan
loe aja, kalau bini gua beli banyak buah-buahan buat sembahyang,
anak gue kagak ada satupun yang mau makan, katanya nggak boleh
karena bekas sembahyang. Jadi daripada mesti buang, akhirnya beli
seadanya saja"
Sugi:"Itu
mah belum parah, yang parah tuh kalau gue lagi sembahyang
leluhur dibilangin lagi sembah berhala, entar bisa jatuh ke
Neraka"
Contoh
pembicaraan di atas adalah cuplikan yang tidak jarang kita
dengar, saat kita melayat di rumah duka. Apakah hanya sebatas itu
yang Anda harapkan dari anak Anda? Apakah Anda takut tidak ada
yang menyembah-yangkan sesudah Anda meninggal, atau sekadar ingin
dia hanya ikut pasang-pasang hio, dan sebagainya.
Tidak
demikian, sesung-guhnya yang kita inginkan adalah agar anak kita
dapat
Aku Ingin Bahagia
Seseorang memohon kepada Buddha dan berkata: "Aku Ingin Bahagia".
Buddha menjawab: "Lepaskan 'Aku'; itu adalah Ego, lalu lepaskan 'Ingin'; itu adalah Nafsu. Maka yang tersisa hanya 'Bahagia'. :D
Selamat Siang, Semoga semua berbahagia.
Share jika Anda telah memahaminya :)
Buddha menjawab: "Lepaskan 'Aku'; itu adalah Ego, lalu lepaskan 'Ingin'; itu adalah Nafsu. Maka yang tersisa hanya 'Bahagia'. :D
Selamat Siang, Semoga semua berbahagia.
Share jika Anda telah memahaminya :)
Reformasi Batin
Sumber : Buddhist Article
Oleh : V.Nyana
Pada AwalnyaSaat Sang Boddhisatta sedang mencari
Buddhisme dan Sains
1. Sejalan dengan Cara berpikir ilmiah, TIDAK MUDAH PERCAYA. Bahkan ajaran Buddha sendiri meminta agar orang menguji ajarannya barulah diterima dan diyak
ini.
2. Sejalan dengan Fakta Evolusi (Sumber Evolusi Darwin). Dalam Sains, Fakata Evolusi merupakan akar dari perjalanan kehidupan dan ajaran Buddha TIDAK MENOLAK-nya.
3. Gravitasi atau Hukum Alam sebagai pencipta (sumber: Stephen Hawking) dan proses alam semesta sesuai dengan Hukum Alam. Dalam istilah Buddhis
2. Sejalan dengan Fakta Evolusi (Sumber Evolusi Darwin). Dalam Sains, Fakata Evolusi merupakan akar dari perjalanan kehidupan dan ajaran Buddha TIDAK MENOLAK-nya.
3. Gravitasi atau Hukum Alam sebagai pencipta (sumber: Stephen Hawking) dan proses alam semesta sesuai dengan Hukum Alam. Dalam istilah Buddhis
Langganan:
Postingan (Atom)